Pertanian

Gen Z Tanjungpinang Mulai Garap Lahan dan Panen Jagung

3
×

Gen Z Tanjungpinang Mulai Garap Lahan dan Panen Jagung

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, Warganet – Pertanian perlahan mulai dilirik generasi muda di Tanjungpinang. Hal itu terlihat dari aktivitas petani Gen Z di Kampung Sebauk Darat, Kelurahan Senggarang, yang berhasil mengembangkan lahan produktif hingga menghasilkan panen jagung.

 

Panen Raya Jagung Petani Gen Z tersebut dihadiri Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sabtu (8/8/2026).

 

Di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki Kota Tanjungpinang, aktivitas para petani muda itu menjadi gambaran bahwa sektor pertanian masih memiliki ruang untuk dikembangkan, termasuk oleh generasi yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan dunia digital dan teknologi.

 

Melansir situs resmi Pemerintah Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengapresiasi keterlibatan anak muda dalam mengelola lahan produktif di Senggarang.

 

Menurutnya, panen tersebut tidak hanya menunjukkan hasil pertanian, tetapi juga memperlihatkan munculnya semangat generasi muda untuk terjun ke sektor yang selama ini identik dengan generasi sebelumnya.

 

“Ini luar biasa. Yang kita lihat hari ini bukan hanya jagung yang dipanen, tetapi semangat anak muda kita yang sudah mulai masuk ke pertanian. Ini yang harus kita dorong dan kembangkan bersama,” ujar Lis.

 

Menurut Lis, perkembangan teknologi dapat menjadi salah satu faktor yang membuat sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda. Pemanfaatan alat pertanian juga dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan produktif.

 

“Dengan teknologi dan kemauan, anak muda bisa menjadikan pertanian sebagai peluang usaha dan masa depan,” katanya.

 

Lis juga menilai keterbatasan lahan di Tanjungpinang tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan pertanian. Sebaliknya, kondisi tersebut perlu dijawab melalui kreativitas dan pemanfaatan lahan yang tersedia secara produktif.

 

Karena itu, pengembangan pertanian di Senggarang diharapkan dapat menjadi contoh bagi kawasan lainnya. Pemerintah juga berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi berkembang menjadi gerakan yang mendorong lebih banyak anak muda untuk berani mengelola lahan.

 

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza turut memberikan apresiasi terhadap petani muda yang terlibat.

 

Menurutnya, aktivitas Gen Z di Senggarang menunjukkan bahwa pertanian tidak lagi harus dipandang sebagai pekerjaan yang hanya dilakukan generasi tua.

 

Pertanian dapat berkembang menjadi sektor usaha yang memanfaatkan teknologi, inovasi dan kreativitas anak muda.

 

Panen raya tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh dan berbagai pihak dalam mengoptimalkan lahan produktif.

 

Kolaborasi itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi regenerasi petani.

 

Bagi Tanjungpinang, munculnya petani Gen Z bukan hanya soal siapa yang menanam dan memanen jagung. Lebih jauh, fenomena tersebut menunjukkan adanya perubahan cara pandang generasi muda terhadap pertanian.

 

Lahan yang terbatas mulai dilihat sebagai ruang untuk berinovasi, sementara teknologi menjadi alat untuk membuat pertanian lebih produktif.

 

Pemerintah Kota Tanjungpinang pun menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani dan berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk masuk ke sektor tersebut.

 

Dari Senggarang, jagung yang dipanen para petani Gen Z menjadi lebih dari sekadar hasil pertanian. Ia menjadi tanda bahwa regenerasi petani mulai tumbuh dan anak muda mulai melihat lahan sebagai peluang, bukan sekadar ruang kosong.