Kesehatan

Kontainer Sampah Cepat Keropos, Wali Kota Pontianak Ungkap Penyebabnya

3
×

Kontainer Sampah Cepat Keropos, Wali Kota Pontianak Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini

Pontianak, Warganet – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkap penyebab kontainer sampah di Kota Pontianak cepat mengalami keropos dan kerusakan. Menurutnya, kontainer yang digunakan setiap hari untuk mengangkut sampah dengan kadar asam tinggi lebih rentan mengalami korosi sehingga memerlukan perbaikan secara berkala.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus memperkuat sarana persampahan dengan menambah dua dump truk, 20 kontainer baru, serta merehabilitasi enam kontainer pada tahun ini.

 

Edi menjelaskan, penanganan sampah menjadi salah satu tanggung jawab utama pemerintah dalam menjaga Kota Pontianak tetap bersih dan tertata. Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan sertifikat Adipura, meski masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan lebih optimal, terutama kawasan pasar.

 

“Masalah sampah ini menjadi konsen kami. Kami berusaha untuk menjaga Kota Pontianak bersih, dan itu sudah dilakukan,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

 

Menanggapi beredarnya foto kontainer sampah yang rusak, Edi menjelaskan kemungkinan besar foto tersebut diambil saat kontainer sedang dalam perjalanan menuju bengkel Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Jalan Kebangkitan Nasional untuk diperbaiki.

 

“Yang kemarin sempat terfoto itu adalah kontainer yang rusak, yang sedang dibawa menuju ke bengkel LH untuk diperbaiki,” katanya.

 

Ia menerangkan, kontainer sampah memiliki risiko kerusakan yang cukup tinggi karena setiap hari digunakan mengangkut sampah dengan kadar asam tinggi sehingga proses korosi berlangsung lebih cepat.

 

“Kontainer ini membawa sampah yang kadar asamnya tinggi. Jadi tingkat korosifnya cepat, bahkan lebih dari dua tahun saja sudah bisa berkarat dan memerlukan perbaikan supaya tidak keropos,” jelas Edi.

 

Meski setiap hari kontainer disemprot dan dicuci menggunakan air tawar setelah mengangkut sampah, sisa-sisa sampah tetap dapat mempercepat munculnya karat. Karena itu, perawatan dan perbaikan rutin terus dilakukan agar kontainer tetap layak digunakan.

 

Saat ini, Pemkot Pontianak memiliki sekitar 109 unit kontainer sampah. Jumlah tersebut akan terus ditambah dan diperbaiki secara bertahap untuk meningkatkan pelayanan persampahan.

 

“Kita ada 109 kontainer dan akan terus tambah. Saya berkomitmen menjadikan kontainer bersih, jadi tidak ada alasan rusak,” tegasnya.

 

Edi menambahkan, pembenahan armada angkutan sampah dan kontainer merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan kota secara berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan mengikuti jadwal pembuangan yang telah ditetapkan.

 

“Saya berkomitmen untuk menjadikan Pontianak bersih, dan ini memang salah satu fokus kami,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kepala DLH Kota Pontianak Syarif Usmulyono menegaskan pihaknya terus meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

 

“DLH Kota Pontianak terus berupaya meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah agar lebih optimal. Komitmen ini kami wujudkan melalui peningkatan kinerja serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” imbuhnya.

 

Ia juga mengapresiasi dukungan Wali Kota terhadap sektor lingkungan hidup, termasuk pengadaan armada angkutan sampah dan fasilitas penunjang lainnya. Menurutnya, Pemkot Pontianak juga bergerak cepat menindaklanjuti sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup dengan menutup TPA lama yang masih menggunakan sistem open dumping dan membangun TPA baru menggunakan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

 

Usmulyono menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan dukungan masyarakat. Karena itu, warga diimbau membuang sampah di TPS yang telah disediakan, mematuhi jadwal pembuangan pukul 18.00 hingga 06.00 WIB, serta menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pontianak yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. Dengan disiplin membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tutupnya.