Ekonomi Dan Bisnis

Mengenal Local Currency Settlement (LCS), Sistem Pembayaran Antarnegara yang Dinilai Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

6
×

Mengenal Local Currency Settlement (LCS), Sistem Pembayaran Antarnegara yang Dinilai Mampu Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Warganet – Local Currency Settlement (LCS) belakangan kembali menjadi perhatian seiring upaya pemerintah memperkuat ketahanan industri nasional di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Namun, apa sebenarnya LCS dan mengapa kebijakan ini dianggap penting bagi dunia industri?

Secara sederhana, Local Currency Settlement adalah mekanisme pembayaran perdagangan dan investasi antarnegara menggunakan mata uang lokal masing-masing tanpa harus melalui mata uang utama seperti dolar Amerika Serikat (AS).

Melalui skema ini, perusahaan Indonesia yang bertransaksi dengan negara mitra dapat menggunakan rupiah atau mata uang lokal negara tujuan. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menekan risiko yang muncul akibat perubahan kurs.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilaman resmi kemenperin menjelaskan pemanfaatan LCS menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat daya saing industri nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut bahkan telah direkomendasikan Kementerian Perindustrian sejak 2023, jauh sebelum tekanan terhadap nilai tukar rupiah terjadi seperti saat ini.

Mengapa LCS Penting bagi Industri?

Bagi pelaku industri, perubahan nilai tukar sering kali menjadi tantangan serius. Banyak bahan baku, mesin, hingga komponen produksi masih bergantung pada impor yang transaksinya menggunakan dolar AS.

Ketika nilai tukar rupiah melemah, biaya produksi otomatis meningkat karena perusahaan harus mengeluarkan dana lebih besar untuk membeli barang dari luar negeri.

Melalui LCS, risiko tersebut dapat dikurangi. Pelaku usaha tidak lagi sepenuhnya bergantung pada dolar sehingga biaya transaksi menjadi lebih efisien dan lebih mudah diprediksi.

Selain itu, penggunaan mata uang lokal juga dapat mempercepat proses pembayaran lintas negara karena jalur transaksi menjadi lebih sederhana.

Manfaat bagi Perekonomian

Penerapan LCS tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Pertama, ketergantungan terhadap dolar AS dapat berkurang sehingga ekonomi lebih tahan menghadapi gejolak global.

Kedua, biaya transaksi perdagangan internasional dapat ditekan karena tidak perlu melalui proses konversi mata uang berlapis.

Ketiga, stabilitas pasar keuangan domestik berpotensi lebih terjaga karena kebutuhan dolar untuk kegiatan perdagangan menjadi lebih rendah.

Dengan kondisi tersebut, industri memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan produksi, memperluas pasar ekspor, dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Sejalan dengan Target Ekspor Manufaktur

Pemerintah saat ini juga menargetkan peningkatan komposisi penjualan produk manufaktur dari sekitar 20 persen untuk pasar ekspor menjadi 30 persen. Di sisi lain, pasar domestik tetap menjadi penopang utama dengan porsi sekitar 70 persen.

Target tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya ingin mengandalkan pasar dalam negeri, tetapi juga memperbesar penetrasi produk manufaktur ke pasar global.

Dalam konteks itulah LCS dinilai memiliki peran strategis. Semakin mudah dan efisien transaksi perdagangan internasional dilakukan, semakin besar pula peluang industri nasional untuk memperluas pasar ekspornya.

Ke depan, kombinasi antara penguatan pasar domestik, peningkatan ekspor manufaktur, serta pemanfaatan Local Currency Settlement diharapkan mampu memperkuat ketahanan industri Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. (***)