Jakarta Utara, Warganet – Jakarta Utara tidak hanya memiliki cerita tentang kawasan pesisir, pelabuhan, dan geliat perdagangan. Di tengah perkembangan Jakarta sebagai kota global, ada pula produk-produk lokal yang terus mencari ruang untuk dikenal lebih luas.
Salah satu ruang itu hadir di Atrium Millenium Mall Artha Gading (MAG), Jakarta Utara, melalui kegiatan Dekranasda dan Jakpreneur Jakarta Utara Goes To Mall 2026 pada 21–22 Agustus 2026.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026), kegiatan yang mengusung tema “Bangga Buatan Jakarta Utara, Karya Kita untuk Indonesia” tersebut melibatkan 37 pelaku usaha. Mereka terdiri dari 19 perajin Dekranasda dan 18 pelaku usaha Jakpreneur binaan pemerintah.
Produk yang ditawarkan pun cukup beragam. Mulai dari fesyen, aksesori, kerajinan tangan, skincare alami hingga kuliner khas Jakarta Utara hadir dalam satu lokasi.
Ketua Dekranasda Jakarta Utara, Fida Hendra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari fesyen, aksesori, kerajinan tangan, skincare alami, hingga kuliner khas. Ini adalah bentuk dukungan agar pelaku usaha lokal bisa berkembang dan dikenal lebih luas,” katanya.
Pertemuan dengan pasar modern menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Produk UMKM tidak hanya ditempatkan sebagai hasil produksi rumahan, tetapi juga diperkenalkan dalam ruang perdagangan yang memiliki karakter dan konsumen berbeda.
Direktur PT Swadaya Panduarta selaku manajemen Mall Artha Gading, Johan Sunarto, menyatakan pihaknya berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Kami ingin pelaku usaha kecil bisa berkembang dan masuk ke pusat perbelanjaan modern. Saat ini, sudah lebih dari 150 UMKM yang berusaha di sini. Jika mereka maju, maka ekonomi sekitar juga akan ikut bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, menilai penguatan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan karakter budaya.
Motif batik Betawi, busana khas hingga kuliner lokal disebut menjadi bagian dari identitas yang dapat memperkuat daya saing produk Jakarta tanpa meninggalkan akar budayanya.
Karena itu, kegiatan di Artha Gading tidak berhenti pada transaksi. Prosesi palang pintu, hiburan, lomba fashion show berpasangan tingkat kecamatan, lomba mencanting batik hingga lomba merias ibu dan anak turut menghidupkan suasana.
Bagi pelaku usaha, ruang seperti ini membuka kesempatan untuk bertemu langsung dengan calon konsumen. Bagi masyarakat, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat beragam karya yang lahir dari tangan pelaku usaha Jakarta Utara.
Pada akhirnya, perjalanan produk lokal untuk naik kelas tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang. Akses terhadap pasar, ruang promosi, dan kesempatan bertemu konsumen juga menjadi bagian penting.
Dari Artha Gading, produk-produk lokal Jakarta Utara kembali diperkenalkan kepada publik dengan harapan tidak berhenti di pasar sekitar, tetapi mampu bergerak menuju pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.







