Depok, Warganet – Siapa sangka budidaya jangkrik yang terlihat sederhana ternyata memiliki pasar yang cukup luas. Di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, budidaya jangkrik dikembangkan sebagai salah satu potensi usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug.
Melansir Berita Resmi Pemerintah Kota Depok, Sabtu (8/8/2026), budidaya tersebut dikembangkan di lahan seluas sekitar 200 meter persegi. Ribuan jangkrik dirawat untuk memenuhi kebutuhan pakan burung, ikan hingga reptil peliharaan.
Aktivitas budidaya terlihat berlangsung di kandang jangkrik di wilayah Curug pada Jumat (31/7/2026) sore. Para pekerja memberikan pakan berupa gedebong pisang dan menyemprotkan air ke dalam kandang untuk menjaga kondisi jangkrik.
Meski berukuran kecil, jangkrik ternyata mampu menghasilkan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Dalam satu siklus budidaya yang berlangsung sekitar satu bulan, produksi jangkrik dari kandang tersebut dapat mencapai 80 kilogram.
Hasil panen kemudian dipasarkan ke sejumlah kios burung yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Jangkauan pasar tersebut menunjukkan bahwa budidaya jangkrik tidak hanya menjadi aktivitas usaha skala lokal. Produk yang dihasilkan dari Kelurahan Curug mampu memenuhi kebutuhan konsumen di sejumlah wilayah penyangga Jakarta.
Budidaya jangkrik tersebut menjadi salah satu potensi usaha yang dikembangkan Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasarnya juga cukup beragam. Jangkrik hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan berbagai jenis burung, ikan maupun reptil peliharaan.
Dengan siklus produksi yang relatif singkat, budidaya jangkrik menjadi salah satu alternatif usaha yang dapat dikembangkan masyarakat. Perawatan kandang, pemberian pakan dan menjaga kondisi lingkungan menjadi bagian penting untuk memastikan jangkrik dapat tumbuh hingga masa panen.
Pengembangan usaha tersebut sekaligus menunjukkan bahwa potensi ekonomi tidak selalu harus berasal dari usaha berskala besar. Komoditas sederhana seperti jangkrik pun dapat memiliki nilai jual ketika dikelola dengan baik dan memiliki akses pasar.
Koperasi Kelurahan Merah Putih Curug menjadikan budidaya tersebut sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Dengan hasil produksi mencapai 80 kilogram dalam satu siklus dan pemasaran hingga wilayah Jabodetabek, budidaya jangkrik di Curug menjadi contoh bagaimana usaha sederhana dapat berkembang ketika mampu menemukan pasar yang tepat.






