Peristiwa

Tak Hanya Bersihkan Lumpur, Pemko Padang Siapkan Strategi Cegah Banjir Berulang

5
×

Tak Hanya Bersihkan Lumpur, Pemko Padang Siapkan Strategi Cegah Banjir Berulang

Sebarkan artikel ini

Padang, Warganet – Pemerintah Kota (Pemko) Padang tidak hanya fokus pada penanganan darurat pascabanjir, tetapi juga mendorong langkah jangka panjang untuk mencegah bencana serupa kembali terjadi.

 

Melansir website resmi Pemerintah Kota Padang, Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung proses penanganan pascabencana banjir yang melanda kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, Selasa (4/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pembersihan material banjir di permukiman warga dan fasilitas publik berjalan cepat serta optimal.

 

Sejumlah rumah warga dan fasilitas pendidikan terdampak banjir dengan meninggalkan endapan lumpur cukup tebal. Menanggapi kondisi tersebut, Pemko Padang mengerahkan personel gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk melakukan pembersihan massal.

 

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi sebelumnya masih terus berjalan. Namun, cuaca ekstrem yang kembali melanda Kota Padang membuat penanganan di lapangan harus dilakukan secara cepat.

 

“Saat ini seluruh personel DLH, BPBD, dan Damkar sudah turun ke lapangan untuk membersihkan sisa-sisa material banjir, baik di lingkungan permukiman warga maupun di fasilitas publik,” ujar Fadly Amran.

 

Selain penanganan jangka pendek, Pemko Padang juga terus mendorong pembangunan infrastruktur permanen sebagai upaya mitigasi banjir. Fadly menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mempercepat pelaksanaan proyek perbaikan pascabencana.

 

“Kami sudah meminta kepada Pemprov dan BWS untuk menyegerakan pelaksanaan proyek infrastruktur perbaikan pasca rehab-rekon bencana hidrometeorologi November 2025 lalu, walaupun tentu ada tahapan dan proses pengadaan yang harus dipenuhi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, penanganan sistemik Kota Padang membutuhkan pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir, seperti check dam, sabo dam, serta penataan aliran sungai. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang terus mengoptimalkan jaringan drainase perkotaan.

 

Melalui respons cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemko Padang berkomitmen agar dampak bencana dapat ditangani dengan baik. Upaya tersebut juga dilakukan agar aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di fasilitas pendidikan dapat segera kembali normal.

 

Dengan langkah darurat yang berjalan bersamaan dengan perencanaan infrastruktur jangka panjang, Pemko Padang berharap risiko banjir berulang dapat ditekan dan ketahanan kota terhadap bencana hidrometeorologi semakin kuat.