Pendidikan

Batam Perkuat Perlindungan Anak, Guru dan Siswa Dibekali Cara Cegah Kekerasan

7
×

Batam Perkuat Perlindungan Anak, Guru dan Siswa Dibekali Cara Cegah Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Batam, Warganet – Pemerintah Kota Batam memperkuat upaya perlindungan anak dengan membekali guru dan siswa mengenai pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan.

 

Melansir website resmi Pemerintah Kota Batam, langkah tersebut dilakukan melalui Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/8/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti siswa dan guru SMP se-Kota Batam serta dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar.

 

Amsakar menegaskan, pencegahan kekerasan terhadap anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat. Menurutnya, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan fondasi penting untuk membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

 

“Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas,” ujar Amsakar.

 

Ia menilai sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga harus menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, berkembang, serta membangun karakter tanpa rasa takut.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar mengajak seluruh peserta untuk berani menjadi pelapor sekaligus pelopor apabila mengetahui atau menyaksikan tindak kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

 

Menurut Erlita, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama karena anak adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia.

 

TP-PKK Kota Batam juga terus memperkuat pembentukan karakter generasi muda melalui Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam. Program tersebut memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya saling menghormati, menjauhi perundungan, serta membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif.

 

“Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia,” kata Erlita.

 

Melalui pelatihan dan berbagai program perlindungan anak, Pemko Batam berharap kesadaran seluruh warga sekolah semakin meningkat dalam mengenali, mencegah, dan menangani kekerasan sejak dini.

 

Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Kota Batam.