Kota Pekalongan, Warganet – Keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat, terutama bagi anak-anak sejak usia dini.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Pekalongan, Selasa (4/8), melalui penyediaan bahan bacaan dan berbagai aktivitas literasi, TBM menjadi ruang belajar yang mendekatkan anak dengan buku sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca di lingkungan masyarakat.
Guru Kelas TK ABA Tirto, Christian Aprilia, mengatakan salah satu cara efektif menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dapat dilakukan melalui kebiasaan mendongeng sejak dini. Aktivitas tersebut tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga membantu anak mengenal bahasa dan mengembangkan kemampuan literasi.
“Mendongeng itu tidak bisa dipisahkan dari dunia anak. Sejak bayi, anak sudah bisa diajak mendengarkan cerita. Seiring pertumbuhannya, anak belajar mengenal bahasa dan menambah kosakata melalui mendongeng,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan literasi yang digelar TBM Dimurti.
Christian mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Pekalongan yang terus menggiatkan gerakan mendongeng dengan melibatkan peran orang tua, termasuk ayah dan ibu, dalam membacakan cerita kepada anak.
Menurutnya, kebiasaan tersebut tidak hanya mempererat hubungan emosional keluarga, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang gemar membaca.
Ia berharap TBM dapat terus berkembang sebagai pusat literasi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dengan semakin banyak warga memanfaatkan keberadaan TBM, minat baca anak maupun orang dewasa diharapkan terus meningkat.
“Harapan kami, anak-anak memiliki minat membaca karena membaca adalah jendela ilmu. Semoga TBM terus berkembang dan semakin bermanfaat bagi lingkungan serta mampu menarik minat masyarakat untuk gemar membaca,” tutupnya.






