Ekonomi Dan Bisnis

Baru Dibuka, Pelatihan Las Cirebon Langsung Diserbu 102 Pendaftar

4
×

Baru Dibuka, Pelatihan Las Cirebon Langsung Diserbu 102 Pendaftar

Sebarkan artikel ini

Cirebon, Warganet – Pelatihan pengelasan yang baru dibuka Pemerintah Kota Cirebon langsung mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Melansir situs resmi Pemerintah Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026), sebanyak 102 orang telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang digelar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Latihan Tenaga Kerja Kota Cirebon.

 

Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.

 

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, meninjau langsung kegiatan pelatihan di UPT Latihan Tenaga Kerja Kota Cirebon, Jumat (7/8/2026).

 

Dalam kunjungan tersebut, Effendi melihat fasilitas pelatihan pengelasan yang menjadi salah satu program baru tahun ini. Ia menilai peralatan yang tersedia masih lengkap dan layak digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.

 

“Setelah saya melihat langsung, fasilitas pelatihan pengelasan di sini sangat baik. Peralatannya masih lengkap, mulai dari mesin las, helm pelindung, jaket keselamatan hingga perlengkapan lainnya semuanya masih berfungsi dengan baik. Artinya, masyarakat yang mengikuti pelatihan bisa belajar dengan fasilitas yang memadai,” ujarnya.

 

Menurut Effendi, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal bahwa pelatihan keterampilan masih sangat dibutuhkan. Baru dibuka pada bulan ini, jumlah pendaftar pelatihan pengelasan telah mencapai 102 orang.

 

“Antusiasme masyarakat luar biasa. Baru dibuka saja sudah ada 102 orang yang mendaftar. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus mengembangkan program pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat maupun dunia kerja,” lanjutnya.

 

Pelatihan pengelasan tersebut memiliki kapasitas awal satu kelas yang terdiri dari 16 peserta. Karena jumlah pendaftar jauh melebihi kapasitas awal, Pemerintah Kota Cirebon berencana membuka kelas berikutnya agar lebih banyak masyarakat dapat memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon, Ma’ruf Nuryasa, mengatakan pendaftaran pelatihan masih dibuka hingga 12 Agustus 2026.

 

“Minat masyarakat sangat tinggi. Untuk pelatihan pengelasan saja jumlah pendaftar sudah melampaui 100 orang. Karena itu kami berencana membuka kelas-kelas berikutnya agar semakin banyak warga yang dapat mengikuti pelatihan,” ujarnya.

 

Selain pengelasan, Disnaker Kota Cirebon juga menyediakan sejumlah program pelatihan lainnya, seperti digital marketing, menjahit, barista dan barbershop.

 

Berbagai pelatihan tersebut dirancang menyesuaikan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Pemerintah tidak hanya menargetkan peserta memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki peluang nyata setelah menyelesaikan pelatihan.

 

Untuk itu, Disnaker Kota Cirebon tengah memperkuat program link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Peserta yang ingin bekerja di perusahaan akan diarahkan agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, sementara peserta yang memilih jalur wirausaha didorong untuk mampu membangun usaha sendiri.

 

“Kami ingin hasil akhirnya jelas. Ada peserta yang memilih menjadi wirausaha, ada juga yang ingin bekerja di perusahaan. Karena itu kami sedang membangun kerja sama dengan berbagai pelaku usaha,” jelas Ma’ruf.

 

Program pelatihan tersebut juga menjadi salah satu strategi Pemerintah Kota Cirebon untuk menekan angka pengangguran terbuka. Saat ini, angka pengangguran terbuka di Kota Cirebon berada di 6,4 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,6 persen.

 

“Salah satu tuntutan dunia kerja saat ini adalah kompetensi. Karena itu kami terus meningkatkan kemampuan para pencari kerja agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan industri. Target kami, angka pengangguran terus menurun dari tahun ke tahun,” kata Ma’ruf.

 

Durasi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang. Pelatihan pengelasan berlangsung selama 26 hari, pelatihan barista selama 18 hari, sedangkan program lainnya berlangsung antara 10 hingga 26 hari.

 

Bagi Pemerintah Kota Cirebon, tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan pengelasan menjadi peluang untuk memperluas akses peningkatan keterampilan. Bekal tersebut diharapkan tidak hanya membuat warga lebih siap bersaing mendapatkan pekerjaan, tetapi juga membuka peluang menciptakan usaha dan lapangan kerja baru.

 

Wali Kota Cirebon berharap peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menentukan pilihan karier, baik bekerja di industri maupun menjadi pelaku usaha mandiri.

 

“Harapan kami, peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan sehingga lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, mereka juga bisa memilih untuk membuka usaha sendiri, misalnya bengkel las,” ujar Effendi.