Metro, Warganet – 116 petani di Kota Metro, Lampung, mendapat bantuan sarana produksi pertanian setelah lahan mereka terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan membantu petani kembali menggarap sawah dan memulai musim tanam baru.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Metro, Jumat (28/8/2026), bantuan diberikan kepada 75 petani di Kelurahan Rejomulyo dan 41 petani di Kelurahan Sumbersari. Banjir sebelumnya berdampak pada 140 titik lahan pertanian dengan total luas mencapai 55,1 hektare.
Penyaluran bantuan berlangsung di Aula Kecamatan Metro Selatan. Pemkot Metro menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan petani yang mengalami dampak gagal panen akibat banjir.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Pipi Puspitasari, mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir ketika petani menghadapi persoalan akibat bencana.
“Kita semua memahami bahwa petani adalah bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan perekonomian Kota Metro. Karena itu, ketika terjadi bencana banjir yang berdampak pada lahan dan tanaman pertanian, pemerintah tidak boleh tinggal diam,” ujar Pipi.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berasal dari Pemkot Metro. Pemerintah pusat turut memberikan dukungan berupa benih padi varietas Inpari 32 untuk membantu petani kembali memulai usaha taninya.
Sementara itu, Pemkot Metro memberikan sejumlah sarana produksi berupa Pupuk Organik Cair (POC), pupuk NPK non-subsidi, belerang, serta rodentisida untuk membantu pengendalian hama tikus.
Pipi berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung musim tanam berikutnya sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi petani.
“Bantuan ini mungkin tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami akibat banjir, tetapi mudah-mudahan dapat menjadi penyemangat bahwa pemerintah hadir bersama petani dalam menghadapi kesulitan,” katanya.
Selain bantuan sarana produksi, Pemkot Metro juga memberikan perhatian terhadap perlindungan petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).
Menurut Pipi, pengajuan AUTP bagi petani terdampak telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaannya mengikuti ketentuan, yakni setelah tanaman padi memasuki usia 10 hari setelah tanam (HST).
“Untuk Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP, pengajuannya telah disetujui oleh Jasindo. Pelaksanaan AUTP tersebut memiliki ketentuan waktu, yaitu pada saat sudah tanam 10 HST,” jelasnya.
Bagi petani, bantuan tersebut menjadi modal penting untuk kembali beraktivitas setelah lahan pertanian mereka terdampak banjir.
Kayun, salah seorang penerima bantuan dari wilayah Sumbersari Bantul, RW 05, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap petani yang terdampak.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Metro yang sudah memberikan bantuan kepada kami. Bantuan ini sangat berarti bagi petani yang terdampak banjir,” ujar Kayun.
Ketua Gapoktan Sumbermakmur, Gunarto, mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian pada Musim Tanam I (MT I) yang direncanakan berlangsung pada Oktober.
“Bantuan ini nantinya akan kami tanam untuk MT I bulan Oktober. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Metro dan juga jajaran dari Pemerintah Kota Metro. Bantuan ini sudah tepat sasaran dan sangat membantu petani,” kata Gunarto.
Pemkot Metro menilai pemulihan sektor pertanian penting dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan petani tetap mampu menjalankan usaha taninya setelah menghadapi bencana.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkot Metro, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan lahan pertanian serta membantu petani kembali berproduksi.







