Nasional

Anak Gajah Sumatera Kembali Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo, Jadi Secercah Harapan bagi Spesies yang Terancam Punah

2
×

Anak Gajah Sumatera Kembali Lahir di Taman Nasional Tesso Nilo, Jadi Secercah Harapan bagi Spesies yang Terancam Punah

Sebarkan artikel ini

Riau, Warganet – Anak gajah Sumatera kembali lahir di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau. Bayi gajah berkelamin betina itu merupakan anak kelima dari induk bernama Ria dan lahir dalam kondisi sehat. Kelahiran ini menjadi kabar menggembirakan di tengah berbagai upaya penyelamatan populasi gajah Sumatera yang masih berstatus kritis atau terancam punah.

Di tengah hamparan hutan Tesso Nilo yang masih diselimuti suasana pagi, kejutan manis datang tanpa diduga. Mahout atau pawang gajah, Erwin Daulay, yang sedang memindahkan gajah ke lokasi angonan, mendapati penghuni baru di kawasan konservasi tersebut.

Sekitar satu kilometer dari pos jaga, seekor bayi gajah betina terlihat berdiri di dekat induknya. Ari-arinya masih terlihat, menandakan proses kelahiran baru saja berlangsung beberapa saat sebelumnya.

Temuan itu segera dilaporkan kepada tim dokter hewan untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil observasi menunjukkan bayi gajah dalam kondisi sehat, aktif bergerak, mampu berdiri, dan telah menyusu secara normal kepada induknya.

“Induk gajah Ria dan bayi gajah kini terus dipantau tim dokter hewan untuk memastikan kesehatan keduanya tetap terjaga,” ujar Kepala Balai Tesso Nilo, Heru Sutmatoro mengutip laman resmi kehutanan.go.id.

Kelahiran ini menambah catatan manis bagi Ria yang sebelumnya telah melahirkan empat anak gajah bernama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang. Dengan lahirnya bayi gajah terbaru ini, Ria tercatat telah lima kali menjadi induk di Camp Elephant Flying Squad TNTN.

Bagi para pegiat konservasi, kelahiran tersebut bukan sekadar bertambahnya satu individu baru. Di tengah status Gajah Sumatera yang sejak 2011 ditetapkan oleh IUCN sebagai Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan, setiap kelahiran menjadi secercah harapan bagi masa depan satwa ikonik Pulau Sumatera tersebut.

Selama delapan tahun terakhir, Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo telah mencatat empat kali kelahiran dari dua induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria. Fakta itu memperkuat peran penting TNTN sebagai habitat yang mendukung keberlangsungan populasi gajah Sumatera di alam.

Kini, jumlah gajah di Camp Elephant Flying Squad TNTN bertambah menjadi delapan ekor, terdiri dari tiga gajah dewasa, dua gajah remaja, dan tiga anak gajah. Kehadiran anggota baru itu sekaligus menjadi pengingat bahwa harapan menjaga kelestarian gajah Sumatera masih terus tumbuh dari hutan-hutan yang tersisa. (***)/one