Jakarta, Warganet – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mendorong masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan dan deteksi dini diabetes melitus. Edukasi mengenai pola hidup sehat hingga pemeriksaan gula darah secara berkala dinilai penting untuk mencegah penyakit tersebut berkembang dan menimbulkan komplikasi.
Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Barat, Imron Sjahrin, menyampaikan pentingnya upaya pencegahan saat menghadiri Semarak Milad Muhammadiyah ke-114 dan Seminar Kesehatan bertema “Diabetes Melitus: Edukasi, Kesadaran, dan Aksi Nyata” di Perguruan Muhammadiyah PCM Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Sabtu (8/8/2026).
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron menilai diabetes melitus menjadi salah satu tantangan penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian masyarakat.
Menurutnya, diabetes kerap disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang kentara pada tahap awal. Namun, penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik.
“Diabetes melitus sering kali disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang kentara pada tahap awal, namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik,” kata Imron.
Karena itu, Imron menekankan pentingnya mengubah pola penanganan kesehatan dari yang sebelumnya berfokus pada pengobatan atau kuratif menjadi lebih mengutamakan pencegahan atau preventif.
Menurutnya, pencegahan diabetes dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, peningkatan kesadaran terhadap deteksi dini serta aksi nyata di tengah masyarakat.
Ia mengajak masyarakat memahami berbagai faktor risiko diabetes dan mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Salah satunya dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan rutin melakukan aktivitas fisik. Pemeriksaan kesehatan dan skrining gula darah secara berkala juga dinilai penting agar kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal.
Imron mengingatkan masyarakat tidak perlu menunggu munculnya gejala untuk melakukan pemeriksaan.
Menurutnya, deteksi dini menjadi bagian penting dalam mencegah risiko komplikasi akibat diabetes sekaligus membantu masyarakat mengambil langkah penanganan lebih cepat apabila ditemukan masalah kesehatan.
Imron juga menegaskan bahwa persoalan kesehatan tidak dapat ditangani pemerintah seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi hingga masyarakat.
“Penanganan masalah kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan sinergi dan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan seperti Muhammadiyah, akademisi, serta elemen masyarakat,” tuturnya.
Pemkot Jakarta Barat berharap penguatan edukasi dan deteksi dini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat serta lebih aktif menjaga kondisi kesehatan.






