Ekonomi Dan BisnisTeknologi

Produk Lakse hingga Abon Gonggong Disiapkan Tembus Ritel Modern, Ini Strategi Pemko Tanjungpinang

6
×

Produk Lakse hingga Abon Gonggong Disiapkan Tembus Ritel Modern, Ini Strategi Pemko Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini

Tanjungpinang, Warganet – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyiapkan sejumlah produk unggulan UMKM, mulai dari lakse beku, abon gonggong, sambal gonggong hingga aneka olahan otak-otak, untuk menembus jaringan ritel modern dan memperluas pasar nasional. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

 

Tak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, Pemko Tanjungpinang juga menyiapkan 10 produk unggulan UMKM yang akan diluncurkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pemerintah turut menjajaki kerja sama dengan jaringan ritel modern agar produk-produk tersebut memiliki peluang bersaing di pasar nasional.

 

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Tanjungpinang, Rabu (5/8/2026), strategi tersebut disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, saat membuka pelatihan AIM ASEAN AI bagi pelaku UMKM di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang. Menurutnya, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pasar lokal maupun regional jika ingin berkembang.

 

“Kalau hanya dijual di pasar regional, kapan produk kita bisa masuk pasar nasional. Kita harus menyiapkan produk yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar,” ujar Lis.

 

Ia menjelaskan, pemerintah daerah juga akan membantu meningkatkan kualitas kemasan produk melalui penyediaan peralatan pengemasan yang didukung program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya kemasan sehingga harga produk tetap kompetitif di pasaran.

 

Selain itu, Lis menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan produktivitas. AI dapat dimanfaatkan untuk membuat desain kemasan, menyusun materi promosi, hingga membangun citra produk secara lebih cepat dan efisien.

 

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi salah satu strategi penting menjaga perputaran ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi banyak pemerintah daerah. Karena itu, produk lokal harus dipersiapkan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar secara berkelanjutan.

 

Pelatihan bertema “Meningkatkan Kapasitas dan Daya Saing UMKM Tanjungpinang Melalui Adopsi Teknologi AI” tersebut diikuti 400 peserta dari berbagai sektor usaha. Kegiatan merupakan kolaborasi AIM ASEAN, DPD RI, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, DPRD Provinsi Kepulauan Riau, serta JNE untuk memperluas pemanfaatan teknologi AI di kalangan pelaku UMKM.