Pendidikan

Pondok Kopi Targetkan Tak Ada Lagi Warga Putus Sekolah pada 2027

4
×

Pondok Kopi Targetkan Tak Ada Lagi Warga Putus Sekolah pada 2027

Sebarkan artikel ini

Jakarta Timur, Warganet – Kelurahan Pondok Kopi menargetkan tidak ada lagi warga yang putus sekolah maupun belum memiliki ijazah pada 2027. Target tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap program pendidikan kesetaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Paket A, B, dan C yang diselenggarakan bersama Nara Kreatif dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pondok Kopi.

Dukungan itu disampaikan Lurah Pondok Kopi, Sandy Adamsyah, saat pembukaan kegiatan pembelajaran PKBM di Aula Serbaguna RPTRA Pesona Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (1/8/2026).

Melansir laman resmi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Sandy menegaskan program tersebut menjadi langkah nyata untuk menuntaskan persoalan anak tidak sekolah (ATS) dan warga yang belum memiliki ijazah di wilayah Pondok Kopi.

“Saya sangat mendukung kegiatan PKBM bersama Nara Kreatif yang berkolaborasi dengan LMK Kelurahan Pondok Kopi. Melalui program ini, kami berharap ke depan tidak ada lagi anak tidak sekolah maupun warga yang belum memiliki ijazah,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026–2027, sebanyak 64 peserta didik telah terdaftar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 60 peserta. Program pembelajaran tahun ini difokuskan pada Paket C, dengan ijazah yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan.

“Alhamdulillah hari ini pembelajaran sudah resmi dibuka. Kami berharap para peserta mengikuti proses belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dapat lulus dengan hasil terbaik. Ijazah ini resmi dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan seluruh proses pembelajaran didukung sepenuhnya oleh Nara Kreatif,” kata Sandy.

Selain menyelesaikan pendidikan kesetaraan, Kelurahan Pondok Kopi juga berencana memperkuat pelatihan keterampilan kerja melalui kerja sama dengan PPKD dan Balai Latihan Kerja (BLK) agar peserta memiliki bekal untuk bekerja maupun berwirausaha.

“Kami tidak ingin peserta hanya memperoleh ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha. Tahun 2026 kami sudah mendapatkan pelatihan AC dan tata boga. Mudah-mudahan ke depan ada pelatihan lanjutan agar warga memiliki keahlian khusus yang dapat menjadi bekal membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LMK Kelurahan Pondok Kopi, Ega Harimurti, mengatakan program pendidikan kesetaraan merupakan kerja sama lanjutan antara LMK dan pihak kelurahan yang telah dimulai sejak satu tahun lalu.

“Hari ini menjadi bagian dari pembukaan tahun ajaran baru 2026–2027. Alhamdulillah, respons masyarakat cukup baik dan jumlah pendaftar meningkat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jumlah peserta PKBM Paket A, B, dan C mencapai sekitar 94 orang. Namun, karena keterbatasan kapasitas tempat, pelaksanaan pembelajaran di Kelurahan Pondok Kopi saat ini difokuskan pada peserta Paket C.