Lifestyle

93 Tim Susur Pantai 5,5 Km, Cara Anak Muda Batang Selamatkan Pesisir

6
×

93 Tim Susur Pantai 5,5 Km, Cara Anak Muda Batang Selamatkan Pesisir

Sebarkan artikel ini

Batang, Warganet – Sebanyak 93 tim dari kalangan pelajar dan masyarakat umum mengikuti kegiatan Susur Pantai Ilmiah IV yang digelar Remaja Anti Candu Narkotika Pecinta Alam Lingkungan Manusia (RACIKAPALM) Batang di kawasan pesisir Kabupaten Batang, Minggu (26/7/2026).

 

Berdasarkan informasi yang dimuat di situs resmi Pemerintah Kabupaten Batang, Kegiatan yang berlangsung di Pantai Kuripan, Kecamatan Subah, ini menjadi wadah edukasi sekaligus aksi nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir. Para peserta menempuh jalur sepanjang sekitar 5,5 kilometer dari Pantai Celong, Kecamatan Gringsing, menuju Pantai Kuripan.

 

Camat Subah Muhammad Yasin yang melepas kegiatan tersebut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti Susur Pantai Ilmiah IV. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap kondisi pesisir Kabupaten Batang.

 

“Saya sangat bangga melihat antusiasme para peserta mengikuti Susur Pantai Ilmiah ini untuk bersama-sama menjaga pesisir Batang yang saat ini kondisinya memprihatinkan,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan berbasis lingkungan dinilai menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kesadaran menjaga ekosistem pesisir.

 

“Kita sebagai manusia memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga alam agar tetap lestari, termasuk menjaga kawasan pesisir Kabupaten Batang supaya tetap terpelihara,” tegasnya.

 

Ketua Panitia Susur Pantai Ilmiah IV Syarif Hidayatullah menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya berupa perjalanan menyusuri pantai, tetapi juga diisi berbagai perlombaan edukatif bagi peserta pelajar, seperti identifikasi mangrove, penanaman mangrove, bersih pantai, dan kreasi pasir.

 

“Peserta memulai perjalanan dari Pantai Celong menuju Pantai Kuripan dengan jarak tempuh sekitar 5,5 kilometer. Selama perjalanan, peserta melakukan identifikasi vegetasi mangrove di sepanjang jalur pesisir,” ujarnya.

 

Dalam perjalanan, peserta juga melakukan identifikasi vegetasi mangrove sepanjang kurang lebih dua kilometer serta mengikuti kegiatan penanaman mangrove sebagai bagian dari edukasi konservasi lingkungan.

 

Menurut Syarif, jalur yang dilalui peserta memiliki karakteristik beragam, mulai dari kawasan berpasir, bebatuan, hingga lintasan di sisi rel kereta api. Kondisi tersebut memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenal ekosistem dan tantangan kawasan pesisir.

 

Melalui Susur Pantai Ilmiah IV, RACIKAPALM Batang berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya menjaga kebersihan pantai dan kelestarian mangrove sebagai benteng alami dari abrasi serta kerusakan lingkungan.