Kesehatan

Bukan Hanya untuk Anak Perempuan, Jogja Mulai Imunisasi HPV bagi Anak Laki-Laki

4
×

Bukan Hanya untuk Anak Perempuan, Jogja Mulai Imunisasi HPV bagi Anak Laki-Laki

Sebarkan artikel ini

Kotagede, Warganet – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai memperluas program imunisasi Human papillomavirus (HPV) dengan menyasar anak laki-laki. Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan kesehatan sejak dini sekaligus mencegah berbagai penyakit yang dapat disebabkan oleh infeksi virus HPV.

Melansir Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta, Selasa (4/8/2026), imunisasi HPV bagi anak laki-laki dilaksanakan melalui Dinas Kesehatan bersama puskesmas di wilayah Kota Yogyakarta dan diberikan bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) selama Agustus 2026.

Salah satu pelaksanaan imunisasi HPV dilakukan di SD Intis School Yogyakarta, Kotagede, Selasa (4/8/2026). Selain anak laki-laki, imunisasi HPV juga diberikan kepada anak perempuan yang sebelumnya telah menjadi program pemerintah Kota Yogyakarta sejak 2022.

Kepala Puskesmas Kotagede II, dr. Atika Anggiasih, mengatakan vaksin HPV diberikan kepada anak usia 11 tahun atau siswa kelas 5 SD dengan satu dosis. Apabila belum mendapat imunisasi pada kelas tersebut, vaksin dapat diberikan melalui imunisasi kejar saat kelas 6 SD, usia 12 tahun, hingga jenjang SMP usia 14–15 tahun.

“Imunisasi HPV pada anak laki-laki sangat penting. Karena yang menyebabkan kanker serviks itu sudah diteliti memang HPV. Nah, pada laki-laki itu juga bisa sebagai carrier atau pembawa virus HPV-nya, sehingga bisa juga menyebabkan kanker serviks pada perempuan,” jelas dr. Atika.

Menurutnya, selama ini HPV sering dikenal sebagai penyebab kanker serviks pada perempuan. Namun, virus tersebut juga dapat memicu sejumlah penyakit lain yang bisa menyerang laki-laki, seperti kanker anus, orofaring, hingga kutil kelamin.

Ia memastikan vaksin HPV yang diberikan dalam program pemerintah aman digunakan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu mewaspadai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan seperti demam atau bengkak pada area penyuntikan.

“Sejauh ini untuk efek samping dari HPV tidak ada. Cuma kita tetap waspada untuk KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, karena mungkin respon imun tubuh anak-anak juga berbeda tiap orangnya,” ujarnya.

Dr. Atika mengajak para orang tua tidak ragu mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi HPV. Selain manfaat pencegahan penyakit yang lebih besar, vaksin tersebut juga diberikan secara gratis karena ditanggung pemerintah.

“Untuk ke masyarakat khususnya orang tua jangan ragu untuk bisa mengizinkan anaknya diimunisasi HPV. Baik laki-laki maupun perempuan, karena memang manfaatnya sangat penting untuk anak-anak ke depan,” tambahnya.

Kepala SD Intis School Yogyakarta, Mohammad Muadin, menyambut baik pelaksanaan BIAS yang di dalamnya terdapat program imunisasi HPV untuk anak laki-laki. Menurutnya, pihak sekolah telah menyosialisasikan program tersebut kepada orang tua murid dan mendapat persetujuan.

“Iya, kami sangat mengapresiasi adanya ini (imunisasi) karena sangat penting untuk anak-anak ke depannya untuk mencegah penyakit-penyakit yang mungkin timbul dan sangat berisiko,” ujarnya.

Melalui perluasan imunisasi HPV ini, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap semakin banyak anak mendapatkan perlindungan kesehatan sejak dini sehingga risiko penyakit akibat infeksi HPV dapat ditekan di masa mendatang.