Sawahlunto, Warganet – Siswa di Kota Sawahlunto kini tak perlu lagi datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Melalui program inovasi JEMPOL NARSIS (Jemput Bola Nyasarin Rekam KTP Siswa), Disdukcapil menghadirkan layanan administrasi kependudukan langsung ke sekolah-sekolah.
Melansir website Pemerintah Kota Sawahlunto pada Selasa (4/8/2026), program ini bertujuan meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di kalangan pelajar. Petugas Disdukcapil mendatangi sekolah sehingga siswa dapat mengurus berbagai layanan kependudukan tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar mengajar.
Melansir laman resmi Pemerintah Kota Sawahlunto, pelayanan JEMPOL NARSIS dilaksanakan selama 13 hari secara bertahap di delapan sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA di Kota Sawahlunto. Inovasi ini diharapkan mempermudah akses layanan sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan bagi para pelajar.
Adapun layanan yang diberikan meliputi perekaman KTP-el bagi siswa berusia 16 tahun ke atas sebagai persiapan kepemilikan dokumen, pencetakan KTP-el bagi siswa yang telah berusia 17 tahun dan sudah melakukan perekaman, serta aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai bagian dari transformasi layanan kependudukan berbasis digital.
Selain mempermudah proses perekaman KTP-el bagi pemula, program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap penggunaan IKD. Kehadiran layanan langsung di sekolah diharapkan mampu mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan sekaligus mendukung berbagai kebutuhan administrasi siswa.
Pihak sekolah pun menyambut baik inovasi tersebut karena dinilai membantu kelengkapan administrasi peserta didik untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran ujian, pengajuan beasiswa, hingga mengakses layanan publik lainnya.
Melalui JEMPOL NARSIS, Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau, cepat, dan tepat sasaran melalui inovasi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.






