Regional

Gampong Baru Jadi Role Model, Illiza Ingin Seluruh Banda Aceh Tiru Inovasi Lingkungannya

6
×

Gampong Baru Jadi Role Model, Illiza Ingin Seluruh Banda Aceh Tiru Inovasi Lingkungannya

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh, Warganet – Gampong Baru dinilai berhasil menjadi contoh pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berharap berbagai inovasi yang dikembangkan melalui Program Kampung Iklim (Proklim) tersebut dapat menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain di Kota Banda Aceh.

 

Harapan itu disampaikan Illiza saat menghadiri kegiatan Gotong Royong Kampung Program Kampung Iklim (Proklim) di Gampong Baru, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Keuchik Gampong Baru tersebut diikuti aparatur gampong, masyarakat, serta berbagai unsur terkait yang bersama-sama membersihkan lingkungan dan saluran drainase.

 

Melansir dari situs resmi Pemerintah Kota Banda Aceh, Illiza menyampaikan bahwa perubahan iklim telah menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi masyarakat. Kondisi cuaca yang tidak menentu, mulai dari suhu panas hingga hujan dengan intensitas tinggi, menuntut adanya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sejak dari tingkat gampong.

 

Menurut Illiza, budaya gotong royong harus terus diperkuat sebagai gerakan bersama dalam menjaga kebersihan sekaligus meningkatkan ketahanan kota terhadap risiko banjir dan cuaca ekstrem.

 

“Karena itu kita harus benar-benar peduli terhadap lingkungan. Selokan dan drainase harus rutin dibersihkan dari daun, sampah plastik, maupun material lain yang dapat menghambat aliran air. Langkah sederhana seperti ini memiliki dampak besar untuk mengurangi risiko genangan dan banjir ketika hujan turun,” ujar Illiza.

 

Dalam kesempatan tersebut, Illiza juga meninjau berbagai inovasi lingkungan yang telah dikembangkan Gampong Baru sebagai Kampung Proklim. Ia mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga.

 

Berbagai program telah berjalan di gampong tersebut, mulai dari Bank Sampah, fasilitas pengolahan kompos (composting), pengelolaan sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), hingga keberadaan Waste Collecting Point (WCP) sebagai pusat pengumpulan dan pemilahan sampah di tingkat gampong.

 

Menurut Illiza, keberadaan WCP merupakan langkah strategis dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Melalui fasilitas tersebut, sampah dipilah sejak dari sumber sehingga dapat mengurangi beban sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengolahan sampah yang memiliki nilai jual.

 

Selain itu, Gampong Baru juga aktif mengembangkan sektor pertanian perkotaan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT). Berbagai komoditas seperti cabai, bawang, kacang tanah hingga tanaman hidroponik dibudidayakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Illiza menegaskan Program Kampung Proklim bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan. Program tersebut juga membangun budaya hidup bersih, memperkuat ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim, mendorong pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

 

Ia berharap keberhasilan Gampong Baru dapat menjadi contoh bagi gampong-gampong lain di Banda Aceh untuk terus mengembangkan inovasi lingkungan secara berkelanjutan.

 

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Jika setiap gampong bergerak dengan semangat gotong royong, saya yakin Banda Aceh akan menjadi kota yang semakin bersih, hijau, tangguh menghadapi perubahan iklim, serta nyaman bagi generasi hari ini maupun masa depan,” pungkasnya.