Bandung, Warganet – Pemerintah Kota Bandung mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang operasional Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang ditargetkan beroperasi pada akhir 2029. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan hingga 100 armada pengangkut sampah dengan sistem yang lebih modern.
Melansir Portal Resmi Pemerintah Kota Bandung, kesiapan armada menjadi bagian penting untuk mendukung komitmen pengiriman sampah Kota Bandung ke TPPAS Legok Nangka sebesar 800 hingga 1.000 ton per hari sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani sejak 2021.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan armada yang disiapkan harus memenuhi standar operasional, terutama karena akses menuju Legok Nangka memiliki kondisi jalan yang menanjak dan cukup curam.
“Armada harus benar-benar fit. Selain itu, seluruh armada diharapkan menggunakan sistem tertutup atau compactor agar pengangkutan lebih aman, tidak mengganggu lingkungan, dan air lindi dapat tertampung dengan baik,” ujar Salman.
Selain memperkuat sarana pengangkutan, Pemkot Bandung juga terus mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah yang nantinya dikirim ke Legok Nangka ditargetkan merupakan sampah residu hasil pemilahan, sehingga sesuai dengan standar pengelolaan di fasilitas tersebut.
Saat ini Pemkot Bandung telah memiliki sebagian armada pengangkut sampah. Jumlah tersebut akan terus ditambah dalam dua hingga tiga tahun ke depan hingga mencapai sekitar 80 sampai 100 unit, termasuk membuka peluang dukungan armada melalui kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Belanda.
Di sisi lain, upaya pengurangan sampah dari hulu juga terus dilakukan melalui edukasi masyarakat, pengolahan sampah organik, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan. DLH Kota Bandung bahkan tengah menguji teknologi pengolahan sampah organik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di enam kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan agar Kota Bandung tidak hanya bergantung pada tempat pembuangan akhir, mengingat kapasitas TPA Sarimukti semakin terbatas. Setelah Legok Nangka beroperasi, seluruh pengiriman sampah direncanakan akan dialihkan dan TPA Sarimukti akan ditutup oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Dengan persiapan infrastruktur, armada, serta penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, Pemkot Bandung berupaya membangun sistem persampahan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.






